Thursday, December 8, 2016

Gulai Jantung Pisang


Siapa yang gak doyan gulai? Sepertinya gak akan ada yang angkat tangan. Semua pasti doyan. Gurihnya santan ketemu sama nasi anget, ehhmmmm lupakan diet, nikmati saja. Ini saya bikin versi sehatnya lho. Santannya dimasukan terakhir setelah sayur matang, jadi santannya gak ikut dimasak. Masih fresh. Jangan lupa bikin santannya pake air mateng ya. 
Yuk ke dapur, yang mau liat resepnya bisa meluncur kesini.










Monday, November 7, 2016

Matcha Chiffon Cake


Rasanya sih enak, manisnya pun pas menurut selera saya. Tapi sayang  warna matchanya bluwek. Padahal liat diresep aslinya cakep banget warna hijaunya, cling.  Yang mau liat resepnya mongo meluncur kesini.

Awalnya saya kira matchanya  yang palsu. Setelah nanya-nanya ke temen yang jago baking baru saya ngerti. Ternyata matcha di pasaran itu mempunyai kualitas yang berbeda-beda. Ada yang warnanya hijau cling ada juga yang hijab bluwek kayak punya saya. Berarti matcha punya saya kualitasnya jelek dong, kan hasilnya bluwek gitu. 

Masih gak rela kalo matcha yang saya beli kualitasnya gak ok. Jawabnya ketemu disini . Mungkin saja awalnya matcha punya saya kualitasnya bagus, tapi karena penyimpanan yang gak bener jadinya teroksidasi. Gak cling lagi deh. 

Lupakan sajalah warna yang gak cling, yang penting rasanya. Lahap banget anak-anak makannya, sisa cuman beberapa slice.




Matcha Chiffon Cake


Rasanya sih enak, manisnya pun pas menurut selera saya. Tapi sayang  warna matchanya bluwek. Padahal liat diresep aslinya cakep banget warna hiaunya, cling.  Yang mau liat resepnya mongo meluncur kesini.

Awalnya saya kira matchanya  yang palsu. Setelah nanya-nanya ke temen yang ago baking baru saya ngerti. Ternyata matcha di pasaran itu mempunyai kualitas yang berbeda-beda. Ada yang warnanya hiau cling ada uga yang hia bluwek kayak punya saya. Berarti matcha punya saya kualitasnya elek dong, kan hasilnya bluwek gitu. 

Masih gak rela kalo matcha yang saya beli kualitasnya gak ok. awabnya ketemu disini . Mungkin saa awalnya matcha punya saya kualitasnya bagus, tapi karena penyimpanan yang gak bener adinya teroksidasi. Gak cling lagi deh. 

lupakan saalah warna yang gak cling, yang penting rasanya. Lahap banget anak-anak makannya, sisa cuman beberapa slice.




Thursday, November 3, 2016

Bihun Goreng


Sebenarnya bihun goreng paling enak dimakan sama nasi uduk, lengkap dengan sambel kacangnya tapi berhubung lagi mengurangi asupan karbohidrat akhirnya si bihun tampil solo. Penampilan boleh solo, porsi tetap double. Hahhaa.....susah banget sih meninggalkan karbohidrat. Jangankan no carbo, menguranginya aja susahnya minta ampun. I love carb.

Bumbu bihun goreng kali ini saya bikin sesimple mungkin, gak pake ngulek. Saking simplenya gak pake ayam ataupun udang. Ini versi vegetarian. Langsung aja yuk kita masak.

Bihun Goreng

Bahan :

  • 300 gr bihun, rebus/seduh dengan air panas hingga lunak. 
  • 1 buah wortel, kupas, serut
  • 3 batang  sayur hijau,potong-potong
  • 1 batang  seledri,potong-potong
  • 2 siung bawang putih, geprek, cincang
  • 1/2 siung bawang bombay, iris
  • 1/4 sdt kecap asin
  • 1/4 sdt kecap ikan
  • 1 sdt saos tiram
  • 1 sdt kecap manis
  • 1/8 sdt merica bubuk
  • 1 sdt minyak wijen
  • 2 sdm makan minyak goreng
Cara membuat : 

Tumis bawang putih dan bombay hingga harum. Tambahkan kecap asin, kecap manis, kecap ikan, saos tiram, merica bubuk dan minyak wien. Aduk rata. Tambahkan wortel, aduk sebentar hingga wortel setengah matang. Masukan bihun, sayur hijau dan seledri. Aduk rata, koreksi rasanya. Bila perlu tambahkan kembali kecap asin atau kecap manis.





Bihun Goreng


Sebenarnya bihun goreng paling enak dimakan sama nasi uduk, lengkap dengan sambel kacangnya tapi berhubung lagi mengurangi asupan karbohidrat akhirnya si bihun tampil solo. Penampilan boleh solo, porsi tetap double. Hahhaa.....susah banget sih meninggalkan karbohidrat. angankan no carbo, menguranginya aa susahnya minta ampun. I love carb

Bumbu bihun goreng kali ini saya bikin sesimple mungkin, gak pake ngulek. Saking simplenya gak pake ayam ataupun udang. Ini versi vegetarian. Langsung aa yuk kita masak.

Bihun Goreng

Bahan :

  • 300 gr bihun, rebus/seduh dengan air panas hingga lunak. 
  • 1 buah wortel, kupas, serut
  • 3 batang  sayur hiau,potong-potong
  • 1 batang  seledri,potong-potong
  • 2 siung bawang putih, geprek, cincang
  • 1/2 siung bawang bombay, iris
  • 1/4 sdt kecap asin
  • 1/4 sdt kecap ikan
  • 1 sdt saos tiram
  • 1 sdt kecap manis
  • 1/8 sdt merica bubuk
  • 1 sdt minyak wien
  • 2 sdm makan minyak goreng
Cara membuat : 

Tumis bawang putih dan bombay hingga harum. Tambahkan kecap asin, kecap manis, kecap ikan, saos tiram, merica bubuk dan minyak wien. Aduk rata. Tambahkan wortel, aduk sebentar hingga wortel setengah matang. Masukan bihun, sayur hiau dan seledri. Aduk rata, koreksi rasanya. Bila perlu tambahkan kembali kecap asin atau kecap manis.





Sunday, October 30, 2016

Dadar Gulung


Ini posting saya yang kedua kalinya tentang dadar gulung. Yang pertama bisa diliat disini. Yang kedua tentunya dengan resep yang telah disempurnakan, sudah berkali-kali dicoba. Dengan foto yang lebih enak dilihat. Yuk....dicoba.

Dadar Gulung

Bahan kulit :
  • 150 gram tepung terigu serbaguna
  • 1 butir telur kocok lepas
  • 400 ml santan hangat
  • 50 ml air daun pandan/suji
  • 1/4 sdt garam
  • 1/4 sdt ekstrak vanili
Bahan unti:
  • 200 gram kelapa parut
  • 150 gram gula merah, sesuaikan dengan tingkat kemanisan yang diinginkan
  • 1/4 sdt garam
  • 1/2 sdt ekstrak vanili
  •  2 lembar daun pandan, ikat
Cara membuat :

Buat dahulu unti. Campur semua bahan, masak dengan api sedang hingga kesat dan harum. Sisihkan.
Selanjutnya buat kulit dadar. Campur terigu, garam, vanili hingga rata. Buat lubang ditengah adonan, tambahkan telur aduk rata Selanjutkan tuang santan dan air pandan, aduk rata. Jika adonan bergerindil, saring dengan saringan tepung hingga adonan halus. Panaskan wajan, olesi sedikit minyak dengan mengunakan kuas. Tuang 1 sendok sayur adonan, putar-putar wadah hingga adonan merata. Diamkan sesaat hingga kulit dadar matang.

Letakan adonan unti kira-kira 1 sdm dipinggir kulit. Lipat seperti amplop. Dadar gulung siap dinikmati dengan secangkir teh atau kopi






My Food Photography Story


Hi...I'm back. Emang saya gak bakat menulis, susah banget untuk ngeblog seminggu sekali. Bingung mau nulis apa. Resep???, udah banyak blog yang menampilkan berbagai resep yang menggugah selera. My quilting???, belum ada yang beres. Masih menemui kendala bikin foto quilting product yang menarik. Terus nulis apa dong???.

Kemaren sempat curhat keanak-anak, "kenapa ibu susah banget menulis ya, padahal artikelnya bahasa Indonesia bagaimana kalo bahasa Inggris". Si kecil nyeletuk "just keep writing ibu, write what you think. Aihhhh...anak kelas 6 SD bisa ngomong kayak gitu. Pasti dia mengcopy paste omongan gurunya. Tapi dipikir-pikir bener juga. My blog is my diary, I'll write what I think today.

Let's roll back to my story. Pertama kali saya pegang DSLR di tahun 2009, blank...gak tau teknik sama sekali. Cuman berpatokan pada apa yang suami ajarin, itupun yang ngajarinnya ogah-ogahan. Katanya, "coba belajar sendiri, googling". Puih...rasanya masih belum bisa membagi waktu, anak yang paling kecil masih 2 thn lagi rusuh-rusuhnya. Dapat pembenaran dong, hahhaha......Orang lain bisa, walau masih punya bayi tapi bisa belajar. Yah...itulah saya, gampang banget distrack dengan hal-hal kecil. Dibawah ini hasil pertama kali jepret makanan. jangan mules ya liatnya.



Not bad or very bad???

Tujuh tahun sudah perjalanan saya di food photography,maju mundur tak cantik. di awal tahun 2016 saya bertekad untuk bener-bener belajar. Gak ada alaskan lags. Anak-anak udah besar, gak akan gangguin lags. Malah mereka suka ngasi masukan styling foto. Thanks guys. Foto paling atas adalah hasil terkini. slow progress? Yes I'm super slow. But I enjoy the process.



Tanpa bermaksud sombong,hari ini saya berani berkata "yeah...you did it". Walau foto saya belum seperti food photographer yang lain tapi cukuplah gak bikin mata pemirsa sakit. Perjalanan masih panjang, masih banyak hal yang mesti dipelajari. Semangat ibu.....



Saya mau sedikit berbagi salah satu hal yang harus dipelajari agar dapat menghasilkan foto yang ok.  From boring to beauty picture



Lokasi dan Waktu

Saya gak punya studio khusus, hanya mengandalkan natural light yang masuk ke dalam rumah. Explore your house. Amati tempat-tempat yang cahayanya bagus. Spot dekat jendela, pintu masuk biasanya cahayanya melimpah. Amati pula kapan saat-saat terbaik., golden hour. Karena gak sepanjang hari cahayanya bagus. Setiap rumah pasti punya minimal satu spot yang memiliki golden hour.  Saya punya spot favorite di deket jendela belakang. Cahaya terbaik saya dapatkan di pagi hari dari jam 7-10 am dan sore hari dari jam 3-5 pm, bervariasi tergantung musim juga. Saya paling males pindah-pindah tempat. Kalo sudah dapat spot yang bagus, saya males explore lagi. Jangan ditiru ya. Paling-paling saya amati  golden hournya. Dari hasil googling memang tidal dianjurkan untuk mengambil foto saat tengah hari, disaat matahari benar-benar tepat berada diatas kepala. Sering kali foto yang dihasilkan flat. Tapi jika anda bisa menemukan spot yang tepat disiang hari, it's ok. Taking a great foto with natural light is all about how you manage dan manipulating light. Good luck. Selamat mengeksplore.



Tulisan tentang lighting to be continued ya.....
Saya sudah kehabisan kata-kata