Wednesday, May 8, 2013

Nasi Timbel

nasi timbel


Kangen...sudah lama gak ngeblog. Saatnya memainkan jari jemari diatas keyboard. Saya lagi punya project mengkoleksi resep berbagai jenis nasi. Mudah-mudah bisa selesai sebelum summer vacation. Project ini sebenarnya berbahaya banget bisa mengancam kelangsungan program diet. Gemana gak ngiler motoin berbagai jenis nasi dengan lauk pauknya yang begitu mengoda. But project must go on....

Makanan tradisional Indonesia memang beragam, nasi salah satunya. Hampir setiap daerah memiliki jenis nasi yang khas. Nasi uduk, nasi bakar, nasi liwet dan lain-lainnya. Kali ini saya lagi pengen bikin nasi timbel. Nasi tradisional  orang sunda, daerah Jawa Barat. Nasi timbel ini proses pembuatannya simple. Begitu nasi matang, panas-panas, uapnya masih ngebul langsung dibungkus dengan daun. Ini yang membuat nasi timbel beraroma unik, aroma wangi daun.  Karena nasi ini sederhana seperti nasi biasa, lauknya harus "nendang". Biasanya disajikan lengkap dengan ayam goreng, tahu-tempe goreng, ikan asin, sayur asem, lalap dan sambal tentunya. Sayang saya cuman punya tempe goreng dan lalap. Tapi cukup puas, satu bungkus nasi timbel saja sudah bikin kenyang.

Nasi ~Timbel

Bahan :
3 cup beras wangi
4 cup air
2 lembar daun salam
2 batang sereh, digeprek
1/2 sdt garam

Cara membuat :
  1. Masukan semua bahan ke dalam rice cooker, masak sampai matang.
  2. Begitu matang, masih panas dan beruap, bungkus/gulung dengan daun. 
  3. Nasi timbel siap dihidangkan dengan lauk pauk pendamping

nasi timbel



nasi timbel

Sunday, April 7, 2013

Indonesian Omellete aka telur dadar

eggs

Telur, bahan makanan yang satu ini wajib ada di kulkas. Bagaimana tidak, bukan hanya bisa diolah menjadi berbagai menu tapi dia adalah "penyelamat kehidupan". Istilah yang keren banget. Kalo lagi gak ada ide buat masak, fungsikanlah sang telur. Bisa direbus, diceplok atau dibikin telur dadar alias omellete.

Telur dadar

Gampang banget bikin telur dadar tapi efeknya bisa bikin makan melebihi porsi yang sepatutnya. Ditemani nasi hangat, diakhiri dengan segelas teh manis. Gagal deh diet hari ini. Sampai-sampai telur dadar dengan sepiring nasi hangat gak sempat difoto. Perut sudah meringis perih. 

Resepnya??? Pasti semuanya udah pada mahir. Sama kayak omellet orang bule,simple. Cuman Indonesian omellete lebih banyak bumbunya dan lebih enak tentunya ( karena saya orang Indonesia). Yang dibutuhkan hanya bawah merah, daun bawang, cabe, semuanya diiris. Jangan lupa garam dan merica bubuk. Kocok telur, goreng dengan minyak panas.

Have a nice lunch!!!


Indonesian omellet

Thursday, April 4, 2013

Hello...April

Udah beberapa minggu gak ngeblog. Masih struggle with everything (bukannya selalu begitu:D). Bukannya sok sibuk tapi memang bener-bener lagi kewalahan ngatur waktu. Ketaun management waktunya amburadul belum lagi kalo tiba-tiba penyakin malas menyerang. Penginnya cuman main-main sama si komputer aja. Minggu ini anak-anak juga libur akhir term, sudah kebayang ribetnya. Sebenarnya mereka very very nice kids, cuman soal ngeberantakin rumah masih suka bikin ibunya senewen.

So...bulan ini tekadnya : management waktu yang baik dan improving my skill. Wish me luck!!!! april2013

30 Days Food Photography Challenges

Saya mencoba ikutan challenges ini, tapi sendiri aja gak ikutan share opinions diforum yang telah disediakan. Biasa alasannya klise, gak pede sama berbahasa Inggris.

Challenges ini startnya awal bulan, 1-30 April. Mudahan bisa mengikuti sampe akhir. Challengesnya  bisa dilihat disini 

Day 1 : Study Outstanding Food Photo

Mengagumi foto yang indah merupakan proses pembelajaran juga. Bisa memahami bagaimana indahnya sebuah foto adalah langkah awal untuk improving foto kita

Technical subject seperti ISO, aperture adalah salah satu topik penting yang biasa dipelajari diawal. Tapi topik Day 1 ini adalah yang terpenting, bagaimana kita bisa memahami perpedaan  foto yang indah ( outstanding photo) dengan foto yang "kurang" atau foto yang harusnya dihindari.

Dari sekian banyak photographer yang ada, saya memilih Helene Dujardin dan Penny De Los Santos. Kebetulan sekali saya punya bukunya Helene Dujardin, "Plate to Pixel". It's amazing book. Buku inilah yang sering menjadi sumber inspirasi alisan bahan contekan. Dan ternyata untuk kasus ini mencontek tidak mudah seperti mencontek saat ulangan umum dulu. Dari pengalaman saya mencontek styling atau composition  orang bukan sesuatu yang gampang. Awalnya sih componya udah diset sama, nyaris sama tapi setelah eksekusi kok gak sesuai hati, akhirnya balik lagi ke style sendiri. Makanya saya rada heran kalo ada orang yang gak rela stylingnya dicontek orang lain. Kalo saya kan merasa bangga kalo styling saya bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. ( hehehe tapi gak mungkin,styling dan komposisinya foto saya masih jauh dari bagus).  Orang gak akan bisa mencontek 100 persen apa yang kita punya, sentuhannya pasti beda.So kenapa harus panik atau merasa idenya dicuri, bukankah styling food photography gak jauh-jauh, ya begitu-begitu aja. Sentuhan tangan sang photographernya lah yang membuatnya menjadi sesuatu yang beda. Just my opinion lho... Peace....

Ini Foto Helene yang saya pilih untuk dinikmati, dirasa dan dikagumi. Saya paling suka dengan dark tone nya. Kesan dramatis yang ditimbulkan membuat sensasi tersendiri, membuat mata benar-benar fokus ke objek. Komposisi dari foto ini saya suka banget, gak terlalu rame tapi cukup menjadikan foto ini bertutur. Pengen deh nyontek. Catat!!!. That's my project for this month.

Yang paling saya suka dari foto Penny De Los Santos adalah lightingnya (tetep...). ketaunan selera saya :D. Komponya....waw...messy but nice (of course). Senang banget menikmati foto ini, susah diungkapkan dengan kata-kata.  Thanks God, I found this photo...

Kembali ke challenges, saya gak ngikutin step by stepnya. Ambil intinya saja. Dinyata disana jika kita sudah bisa merasakan/mengenali bagaimana foto yang indah itu kita akan bisa menghasilkan foto seperti itu. "Astungkare"

Jadi kesimpulan dari Challenges #1 :

If you can feel what a good photo looks like, you can strive to move your food photography in that direction.



Monday, March 25, 2013

Kepiting Saus Padang

kepiting saus padang

Gara-garanya weekend kemaren,kami sekeluarga dan beberapa teman nyobain restoran pinggir jalan yang menunya kebanyakan menu Indonesia. "Beirut Resto" namanya. Dari namanya gak nyangka kalo menunya Indonesia banget. Beirut...jauh dari Indonesia. Apalah artinya sebuah nama, yang penting menu yang kami rindukan ada disini. Ada nasi pecel, mie godok jawa, gudeg, nasi uduk dan yang paling dicari olahan kepiting. Kemaren kami cuman nemu kepiting asam manis dan lada hitam, saus padangnya lagi not available katanya.

Atas permintaan suami, akhirnya saya mencoba bikin kepiting saus padang. Biasa om google lah yang jadi tumpuan inspirasi. Setelah dapat beberapa resep, mulainya saya meracik bumbu yang ternyata simple banget, yang penting semua saus yang dibutuhkan tersedia komplit. Dijamin rasanya pasti nendang. Lumayan tersanjung saat suami bilang " wah enak...enak banget". Itu pasti saking lapernya, apapun dibilang enak. 

Kepiting Saus Padang

Bahan :
1 kg kepiting, bersihkan( cabut daerah segitiga bagian bawah perut)
8 sdm saus tiram
4 sdm saus tomat
4 sdm saus cabe/sambal lampung
4 sdm saus cabe sea food

Bumbu halus :
7 butir cabe merah
10 siung bawang merah
4 siung bawang putih
2 cm jahe
1/4 sdt merica hitam

Cara membuat :
  1. Rebus kepiting hingga matang, belah dua
  2. Tumis bumbu halus, masukan semua jenis saus aduk rata.
  3. Masukan kepiting, tambahkan air secukupnya, masak hingga kuah mengental

kepiting




kepiting

Wednesday, March 13, 2013

Pesan Be Kocing

Pesan Be Kocing alias pepes ikan sarden, salah satu makanan yang bikin rindu kampung halaman. Deket rumah ada yang menjual pesan be kocing, enak banget, bumbunya pas, pedas manis. 

Be kocing begitu orang-orang menyebutnya, ikan ini dulu harganya murah banget, sangat mudah didapat. Saking murahnya ikan ini sengaja dibeli buat makanan kucing, makanya disebut be kocing ( be bahasa Bali dari ikan, kocing=kucing). Tapi sekarang harganya sudah mulai mahal, karena di daerah saya sudah banyak berdiri pabrik pengalengan ikan yang salah satunya memproduksi ikan sarden kaleng. Be kocing pun sekarang mulai masuk jajaran ikan elit, tidak lagi dibeli buat makanan ikan, tapi dikonsumsi sendiri salah satunya buat pesan be kocing.


Beruntung sekali di Qatar, sadines ada yang dijual dalam keadaaan sudah bersih. Kebayang ribetnya kalo harus ngebersihin ikan ini. Kecil-kecil dan banyak sisiknya. Gak papa lah harganya menjadi dua kali lipat, daripada harus belepotan ngebersihinnya.

Pesan be kocing ini resepnya sederhana, gak banyak macamnya. 

Bahan :
8 buah ikan sardin, bersihkan, lumuri dg jeruk nipis
daun salam
daun pisang

Bumbu halus
8 buah cabe merah
3 buah rawit
2 siung bawang putih
1 sdt asam
2 sdm gula merah
garam secukupnya

Cara membuat :
Campur ikan dengan bumbu halus. Bungkus dengan daun pisang,tambahkan daun salam. Bakar sampe matang. Sajikan hangat.



pesan  be kocing




pesan be kocing

Friday, March 8, 2013

Ulukutek

Ulukutek  leunca

Awalnya saya merasa aneh ketika pertama kali makan ulukutek. Dari namanya aja terdengar lucu. Menurut temen yang asli Sunda, ulukutek artinya oncom. Makanya nama masakannya ulukutek leunca, campuran oncom dan leunca. 

Leunca,terung-terung kecil yang berasa agak pahit bercampur dengan oncom yang hancur, ada rasa pedas,kemangi, campur aduk jadi satu. Tapi lama kelamaan setelah dikunyah,dinikmati dengan sepiring nasi hangat, makanan khas sunda yang satu ini terasa unik, ada sensasi tersendiri.



Leunca


Leunca, bentuknya seperti terung kecil-kecil berwarna hijau,jika sudah matang warnanya hitam. Yang dibikin ulukutek yang masih muda lho,jangan yang matang. Menurut wikipedia buah ini juga mengandung racun.  Gak semuanya bisa dimakan. Nah lho...bagaimana dong. Menurut temen,leunca yang dijual dipasar sudah terbukti tidak beracun. Pohonnya udah dipanen berulang-ulang dan gak ada yang keracunan. Kalo kita nemu pohon leunca di ladang jangan langsung pede bikin ulukutek, bisa aja beracun. Seperti katawikipedia, racun didalam leunca bervariasi tergantung kondisi tempat tumbuhnya. 


Leunca

Setelah browsing tentang Leunca ini, banyak hal menarik yang saya temukan. Leunca itu bahasa Sunda, bahasa Jawanya "Ranti". Cantik sekali nama jawanya, memang bentuknya leunca yang kecil-kecil, menggerombol disatu ranting terlihat cantik pas sekali dengan nama Ranti.

Si cantik Ranti juga kaya manfaat dari mencegah kanker, anti bakteri, sakit kulit dll. Jadi jangan ragu lagi untuk memakannya, apalagi dibikin ulukutek yumy....

Ulukutek biasa memakai oncom merah, berhubung disini gak ada yang jual saya pake tempe gembus. Tempe dari ampas tahu. Tekturnya lembut mirip dengan oncom hanya warnanya saja yang putih.


Ulukutek

Bahan :
1 papan oncom/tempe gembus,potong kotak kecil,remas-remas
2 genggam leunca
1 ikat daun kemangi
8 butir bawang merah, iris halus
3 siung bawang putih, iris halus
2 buah cabe merah,iris serong
3 cm lengkuas,mememarkan
2 lbr daun salam
5 buah cabe rawit, biarkan utuh
garam,gula secukupnya


Cara membuat :

  1. Tumis bawang merah, bawang putih hingga harum, Masukan lengkuas,cabe merah, daun salam.
  2. Tambahkan oncom aduk hingga rata,tambahkan sedikit air. Masak hingga oncom lunak.
  3. Tambahkan leunca, masak hingga leunca matang tapi tetap berwarna hijau. Beri gula dan garam sesuai selera,tambahkan kemangi. Masak sebentar. Ulukutek siap dihidangkan.